PENTINGNYA PHYSICAL DISTANCING !!!

 TERHINDAR DARI COVID-19 DENGAN MENERAPKAN PHYSICAL DISTANCING


Oleh Ade Erika | 6 August 2020


Physical distancing atau pembatasan fisik adalah salah satu langkah yang disarankan untuk mencegah penyebaran virus Corona.  

Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona yang mudah menular ini, kita harus tetap menjaga jarak aman dengan orang lain melalui physical distancing.

Apa Itu Physical Distancing?

Physical distancing atau pembatasan jarak fisik adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran infeksi virus Corona dan mencegah COVID-19.

Saat menjalani physical distancing, Anda diminta untuk tidak bepergian ke tempat yang ramai.
Anda juga perlu membatasi kontak langsung, seperti berjabat tangan, dan menjaga jarak aman minimal 1 meter ketika berinteraksi dengan orang lain, terlebih jika orang tersebut sedang sakit atau berisiko tinggi terinfeksi virus Corona.Dalam prakteknya, physical distancing juga dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

✓ Jangan keluar rumah, kecuali untuk urusan penting, seperti membeli kebutuhan pokok atau berobat ketika sakit.

✓Sapa orang lain dengan lambaian tangan, bukan dengan berjabat tangan.

✓Bekerja atau belajarlah dari rumah.

✓Manfaatkan telepon genggam atau video call untuk tetap terhubung dengan kerabat dan rekan kerja.

✓Lakukan olahraga di rumah, tidak harus ke pusat olahraga .

✓Jika ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari, lakukan di luar jam sibuk.

✓Minta kurir pengantar barang atau makanan untuk melakukan contactless delivery (menerima tanpa bertemu langsung dengan kurir) saat memesan makanan atau barang lainnya.

Apakah Physical Distancing Sama Dengan Social Distancing?


Sebelumnya, upaya pembatasan jarak dengan orang lain ini dikenal dengan istilah social distansing. Hanya saja, beberapa waktu lalu, WHO menganjurkan untuk mengganti istilah tersebut dengan physical distancing.

Alasannya, penggunaan istilah social distancing dikhawatirkan bisa disalahartikan dengan memutus komunikasi atau interaksi sosial dengan keluarga dan kerabat. Padahal, interaksi sosial juga memiliki peran penting dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19.

Dengan menjaga komunikasi dengan orang lain, kita bisa saling memberi kabar dan semangat, sehingga kita tidak merasa kesepian, sedih, atau terasing. Perasaan-perasaan negatif ini dapat memicu stres dan depresi, serta melemahkan daya tahan tubuh.

Selain itu, kita juga bisa saling bertukar informasi terkait cara pencegahan virus dan situasi terbaru di luar rumah.
penggantian istilah ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat untuk memahami bahwa upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah menjaga jarak aman secara fisik, bukan memutus kontak secara sosial.

Physical distancing pada intinya cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, hal ini tentu perlu disertai dengan upaya pencegahan lainnya, seperti rajin mencuci tangan, membersihkan rumah dengan baik, dan memperkuat daya tahan tubuh.

Komentar

Posting Komentar